Click here for Myspace Layouts

Jumat, 17 Juli 2009


apa...??
apa yang harus aku katakan sekarang...
aku mearasa perjalananku akan panjng...
arah hidup ku akan berubah..
menjadi sesuatu yang mempunyai banyak pilihan dan konsekuensi..
semua harus kata dan cara harus ditata lagi,...
sekarang aku sudah tisak sama...
berbeda...
kesenangan bukan alasan untuk lupa akan masa depan
berubah...
menjadi yang terbaik....

Sabtu, 07 Februari 2009

Indah pada waktunya


Tuhan.....
Aku sering minta pada Engkau..
Mawar yang indah..
Tapi..
Engkau beri aku kau kaktus berduri..
Tuhan begitu banyak yang tak aku mengerti tentang Engkau..
Apa arti semua ini.
Semua yang aku minta Kau beri lain..
Tapi aku menunggu
Saatnya pun tiba..
Kaktus aku berbunga
Bunga kaktus itu indah sekali...
Menyimpan air yang dapat digunakan untuk minum semua orang..
membantu tanpa rasa iba memberi tanpa pamrih..
Sekarang aku mengeri Engkau Tuhan.
Engkau memberi aku bukan seperti yang aku minta..
Tapi..
Engkau memberi aku sesuai yang aku butuhkan..
Pada waktunya..
Dan pada saatnya..
Tanpa aku tahu..
Rasa sayang-MU besar
Indah pada waktunya

Selasa, 13 Januari 2009

Puisi III


Teruntukmu hatiku, inginku bersuara
merangkai semua tanya, imaji yang terlintas
berjalan pada satu tanya selalu menggangguku
seseorang itukah dirimu kasih? ..........

Kepada yang tercinta, inginnya ku mengeluh
semua resah didiri, mencari jawab pasti
akankah seseorang yang kuimpikan kan hadir? ........
raut halus menyelimuti jantungku

Reff.
Cinta, hanyalah cinta, hidup dan mati untukmu
mungkinkah semua tanya kau yang jawab? ...........

Dan tentang seseorang itu pula dirimu
ku bersumpah akan mencinta

Puisi II


Kulari ke hutan kemudian menyanyiku
kulari ke pantai kemudian teriakku
sepi, sepi dan sendiri
aku benci

Aku ngin bingar
aku mau di pasar
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga
jika ku sendiri

Pecahkan saja gelasnya
biar ramai
biar mengaduh sampai gaduh

Ah...ada malaikat menyulam
jaring laba-laba belang
di tembok keraton putih
kenapa tak goyangkan saja loncengnya
biar terdera

Atau aku harus lari ke hutan
belok ke pantai .........

Puisi Rangga 1

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur di hatimu
yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Lalu sekali ini aku melihat karya surga
dari mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta

Tapi aku pasti akan kembali
dalam satu purnama
untuk mempertanyakan kembali cintanya..

Bukan untuknya, bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja.

Jumat, 26 Desember 2008


Awan hari ini terlihat cerah. Tapi tak terasa begitu dalam pandanganku.
Memori masa laluku terulang akan kejadian itu. Saat-saat harus kehilangan seorang sahabatku.
Ketika itu..... yang ada dalam benaku adalah kebenaran tidak pernah tidur dia akan tampak dan kebenaran akan selalu menang. Tapi aku tidak tau apa dan mengapa aku cari kebaenaran itu. Yang jelas aku tidak percaya kata-katamu.
Ingin ku ungkap tabir dalam kehidupanmu yang mungkin belum aku tau. Aku ingin tahu kamu lebih jauh bukan sekedar omongan dari mulutmu tentang sesuatu tapi aku juga ingin tahu tentang kenyataan hidupmu.

22 November 2008
Aku datang kerumahmu. Bukan tanpa perjuangan untuk mencapai atau sekedar mencari tahu alamat rumahmu saja membutuhkan waktu panjang. Alamat rumah yang aku dapat dari ibuk kos fiktif bahkan nomor telepon yang kamu tulis bukan no telepon rumah kamu. Bingung aku harus bagaimana. Hujan pun datang mengujur disaat waktu sudah memasuki jam sholat Dhuhur.
"Tuhan jika yang aku lakukan ini salah cegahlah aku hambatlah aku dengan segala rintangan yang Kau kuasai. Tapi Tuhan jika aku benar mudahkanlah jalan aku."
Entah mengapa doaku terkabul. Keajaiban datang hujanpun reda. Tuhan berpihak padaku.
Aku mulai berjalan teman sebagai patner aku ke Nganjuk sudah datang. Alamat sudah ada walau aku tidak tahu kenyataan alamat itu benar atau hanya rekaya seperti biasa.
Waktu menunjukan pukul 14.30 ketika aku memasuki kawasan Nganjuk tepatnya diperempatan Candi. Dari alamat yang aku peroleh rumah dia ada di Perumahan Sambijajar. Aku mencari rumah itu yang bertulisan Bpk. Hartoyo sesuai dalam alamat.
Oh Tuhan kenyataan lain tidak ada rumah Bpk. Hartoyo. Aku harus bagaimana lagi sudah kepalang basah untuk kembali pulang ke Kediri. Aku duduk di trotoar yang bila dijangkau sangat dekat dengan langkahku daripada aku harus berjalan 100m untuk dapat tempat duduk. Aku berfikir apa yang harus aku lakukan. Entah kenapa arah pandanganku tertuju kepada sebuah rumah. Dan yang tidak aku tahu kenapa kaki ini ingin melangkah kesana seakan-akan aku akan mendapat jawaban jika aku bertanya ke pemilik rumah itu.
"Assalamualaikum...." hampa tak ada jawaban dari sang pemilik rumah. aku mengulangi salamki.
"Assalamualaikum...." setelah lima menit baru ada seseoarang yang keluar. Ibuk-ibuk rupanya.
"Waalaikumsalam....dapa ya"
"Saya mau nayak eee ibuk kenal dengan Bpk. Hartoyo?? harapan besar akan jawaban dari pertanyaan itu. Semoga ibuk itu menjawab ya.
"Aduh mbak kalau Bpk. Hartoyo saya nggak kenal....(diam sesaat) kalau Bpk. Harsono saya kenal."
Gubrak. Tuhan apalagi ini sungguh tega benar teman aku menyamarkan nama ayah kandungnya. Yang ngak habis pikir dia juga melakukan pada ibuk kos.
"Itu buk yang istrinya sinden."
"Oh itu sich namanya Bu. Sri itu istri dari Pak. Harsono. Didesa ini yang istrinya sinden cuma itu."
Allahu Akbar. Berikanlah aku jalan semoga ibuk ini benar.
"Mungkin itu bu. Dimana ya buk alamatnya??"
"Mbak ini harus kekiri trus nanti ada pertigaan kekanan rumahnya tepat didepan pos kamling warna merah."
Aku pamit dan tak lupa mengucapkan makasih. Lalu aku menghampiri teman aku yang tampaknya sudah bosan dengan perjalanan jihad ini.
"Pertigaan belok kanan. Rumahnya depan pos kamling waran merah."

Waktu menunjukan tepat pukul 15.00 saat aku mencapai rumahnya. Teman aku tampaknya senang karena perjalanan berkahir dan dia akan dapat beristirahat itulah harapanya. Berberda dengan harapanku saat itu. Aku berharap ini benar rumah Ayuk temanku. Sebagai awal pertama memasuki rumahnya aku mengetuk pintu rumah itu.
Syurrrr angin berdesir begitu lembut menyibak sebagaian jilbab yang aku pakai.
Dalam hati aku mengucapkan bissmillah

Arti kamu

Semua berubah
kala itu kamu sahabatku
waktu itu kamu teladanku
semua berubah karena kamu
kamu mau tau apa arti kamu?
kamu sahabatku,
apa dayaku merubah semua itu....
tak ada karena engkau temanku...
teman dimana kamu...
aku ingin menjelaskan arti kamu
untuk aku.....
sahabatku